Kamis, 15 Desember 2016

Apa Itu Isomania

Insomnia dapat menjadi primer atau sekunder. Insomnia primer terjadi saat tidak terdapat faktor lain yang menjadi penyebab kondisi tersebut. Sementara insomnia sekunder terjadi disebabkan oleh atau bersamaan dengan penyakit lainnya. Insomnia dapat bersifat sementara, berlangsung selama kurang dari satu minggu; akut, berlangsung selama kurang dari satu bulan dan biasanya disebabkan oleh stress atau kronis, berlangsung selama lebih dari satu bulan.

Beberapa faktor psikologis dan lingkungan turut berperan dalam timbulnya gejala insomnia. Berada di bawah tekanan yang sangat besar, seperti kematian salah seorang anggota keluarga atau menjadi pengangguran, dapat berujung pada kondisi ini. Kondisi lainnya, seperti asma bronkial, penyakit asam lambung (acid reflux), dan sindrom rasa sakit kronis menghasilkan rasa ketidaknyamanan fisik yang bertahan, juga dapat menjadi penyebab utama insomnia. Gaya hidup Anda juga dapat menjadi salah satu penyebab, seperti seorang pekerja malam dan orang yang sering bepergian dan mengalami jet lag. Gangguan sekitar, seperti suara yang berlebihan atau suhu yang berubah-ubah, atau metode pengobatan tertentu, seperti steroid, juga dapat berujung pada gangguan tidur. Insomnia kronis juga dapat terjadi karena sebab-sebab psikologis, seperti stres kronis, kecemasan, depresi,  atau gangguan bipolar.
Insomnia adalah gangguan kesehatan dimana penderitanya kesulitan untuk tidur, ini berarti sang penderita memiliki kesulitan untuk memulai atau tetap tidur. Insomnia juga didefinisikan sebagai kondisi yang menghasilkan kualitas tidur buruk dengan gangguan fungsional pada siang hari. Diagnosa klinis insomnia biasanya diberikan jika kondisi kesehatan ini terjadi minimal tiga kali dalam seminggu. Menurut National Institute of Health, sekitar 30% dari total populasi memiliki gejala dari gangguan tidur ini, dengan wanita yang lebih banyak dibandingkan pria, biasanya karena perubahan hormon. Kondisi ini juga lebih umum terjadi pada mereka yang berusia lanjut, di atas 60 tahun, karena munculnya perubahan siklus tidur dan perkembangan penyakit lainnya yang yang timbul seiring pertambahan usia.

Jika Anda mengalami gangguan dalam tidur, terutama jika hal tersebut mengganggu kegiatan Anda sehari-hari atau gangguan tersebut berlangsung selama sebih dari satu bulan, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan praktisi kesehatan atau dokter umum. Anda akan diperiksa secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap riwayat kesehatan dan tes pada fisik Anda. Anda juga akan ditanya perihal riwayat tidur Anda, dan mungkin akan diminta untuk membuat buku harian tidur, yang berisi tentang rincian dari pola tidur Anda. Sebagai tambahan, Anda juga mungkin akan diminta untuk melalui sebuah tes tidur, yang dikenal dengan nama polisomnografi, untuk memonitor kegiatan otak ketika Anda tidur.
Tujuan dari penanganan insomnia adalah untuk mengenali dan mengobati penyebab dari gangguan tersebut. Pengobatan yang berhasil biasanya melibatkan gabungan dari obat/farmakologi serta penggunaan teknik perilaku. Membiasakan diri untuk tidur yang sesuai sangat penting dalam penanganan insomnia, baik itu secara primer maupun sekunder. Kebiasaan ini meliputi menghindari nikotin, kafein dan alkohol, serta tidak tidur di siang hari dan makan makanan ringan sebelum tidur. Mengendalikan lingkungan tidur dengan meminimalkan cahaya terang pada malam hari dan menghilangkan gangguan seperti menonton televisi juga sebaiknya dilakukan.
Terapi perilaku dengan latihan bersantai/relaksasi juga sedikit banyak membantu. Jika Anda didiagnosa terkena insomnia, maka Anda akan dirujuk untuk menemui ahli tidur atau psikiater untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka mungkin akan memberikan beberapa obat-obatan, seperti antihistamin, pil tidur atau benzodiazepin, untuk membantu Anda tertidur. Obat-obatan tersebut biasanya diberikan dalam dosis kecil untuk dikonsumsi selama jangka pendek, terutama bagi para pasien berusia lanjut. Beberapa kelompok dan pusat khusus untuk tidur, seperti National Sleep Foundation, juga menyediakan aneka informasi, petunjuk cepat, dan bantuan seputar tidur. 
Sekian sedikit tentang insomania.. Jangan lupa berikan komentar anda dan jangan share artikel ini 👌 ok... 
Load disqus comments

0 komentar